Make your own free website on Tripod.com

RANGKA (SKELETON) MANUSIA TERDIRI ATAS :

I.  Tengkorak :

    1. Bagian kepala :

                - 1 tulang dahi (os.frontale)

                - 2 tulang ubun-ubun (os.parientale)

                - 1 tulang kepala belakang (os.occipetal)

                - 2 tulang baji (os.spenoidale)

                - 2 tulang pelipis (os.temporale)

                - 2 tulang tapis (os.etmoidale)

    2. Bagian muka/wajah :

                - 2 tulang rahang atas (maxilla)

                - 2 tulang rahang bawah (mandibula)

                - 2 tulang pipi (os.zigomaticum)

                - 2 tulang langit-langit (pallatum)

                - 2 tulang hidung (os.nasale)

                - 2 tulang air mata (os.lacrimale)

                - 1 tulang lidah (os.hyoideum)

 

II. Badan :

    1. Ruas tulang belakang :

                - 7 ruas tulang leher (vertebrae sevicale)

                - 12 ruas tulang punggung (vertebrae dorsales)

                - 5 ruas tulang pinggang (vertebrae lumbales)

                - 5 ruas tulang kelangkang (os.cacrum)

                - 4 ruas tulang ekor (vertebrae cocigeus)

    2. Tulang dada (sternum) :

                - Hulu (manubrium sterni)

                - Badan (corpus sterni)

                - Taju pedang (proccesus xyphoideus)

    3. Tulang rusuk (costae) :

                - 7 pasang tulang rusuk sejati (costa vera)

                - 3 pasang tulang rusuk palsu (costa sporia)

                - 2 pasang tulang rusuk melayang (costa fluctuantes)

    4. Tulang gelang bahu :

                - 2 tulang belikat (scapula)

                - 2 tulang selangka (clavicula)

    5. Tulang gelang panggul :

                - 2 tulang usus (os.ilium)

                - 2 tulang duduk (os.ichium)

                - 2 tulang kemaluan (os.pubis)          

 

III.Tulang anggota badan/gerak :

     1. Tulang lengan :

                - 2 tulang lengan atas (humerus)

                - 2 tulang hasta (ulna)

                - 2 tulang pengumpil (radius)

                - 2 X 8 tulang pergelangan tangan (carpus)

                - 2 X 5 tulang telapak tangan (metacarpus)

                - 2 X 14 ruas tulang jari tangan (phalanges)

     2. Tulang tungkai :

                - 2 tulang paha (femur)

                - 2 tulang tempurung lutut (patella)

                - 2 tulang kering (tibia)

                - 2 tulang betis (fibula)

                - 2 X 7 tulang pergelangan kaki (tarsus)

                - 2 X 5 tulang telapak kaki (metatarsus)

                - 2 X 14 ruas tulang jari kaki (phalanges)

 

TRANFUSI DARAH

Donor         : orang yang memberikan darah.

Resipien    : orang yang menerima darah.

 

PENENTUAN GOLONGAN DARAH

Alat dan bahan :    1.jarum

                                 2.kaca objek

                                 3.kapas dan alcohol

                                 4.serum anti A (aglutinin a) dan serum anti B (aglutinin b)

                                 5.pengaduk (tusuk gigi) dan pipet

Langkah kegiatan :

1.Pilih orang yang sehat untuk sampel percobaan.

2.Bersihkan ujung jari tengah orang tersebut dengan kapas yang dibasahi dengan alcohol 70 %.

3.Usaplah jarum dengan kapas beralkohol 70 %, kemudian tusukkanlah jarum tersebut ke ujung         jari tengah orang tersebut perlahan-lahan. Pijit ujung jari agar darah mudah keluar, kemudian teteskan darah yang keluar pada kaca objek A dan teteskan pula pada kaca objek B.

4.Apabila darah sudah diteteskan, bersihkan ujung jari dengan alcohol 70 % lagi, agar tidak terjadi infeksi.

5.Berilah setetes serum anti A pada darah di kaca A dan serum anti B pada darah di kaca B.

6.aduklah tetesan darah yang telah ditetesi serum dengan tusuk gigi.

7.Amati hasilnya, apakah terjadi penggumpalan darah atau tidak.

   Tentukan golongan darah berdasarkan keterangan berikut :

a)       darah di A menggumpal sedangkan di B tidak, maka termasuk golongan darah A

b)       darah di A tidak menggumpal sedangkan di B menggumpal, maka termasuk golongan darah B

c)       darah di A dan di B menggumpal, maka termasuk golongan darah AB

d)       darah di A dan di B tidak menggumpal, maka termasuk golongan darah 0 (nol)

 

Nama golongan darah

Aglutinogen

Aglutinin

A

A

b

B

B

a

AB

A & B

-

0

-

a & b

glutinogen             : zat protein darah yang dapat digumpalkan oleh aglutinin (terdapat di dalam eritrosit).

Aglutinin               : zat protein darah yang dapat menggumpalkan aglutinogen.

No

Gol.darah

Aglutinogen dalam sel darah merah

Aglutinin dalam plasma darah

Dapat menerima dari (Resipien)

Dapat memberi kepada (Donor)

1

A

A

b

A atau 0 saja

A atau AB saja

2

B

B

a

B atau 0 saja

B atau AB saja

3

AB

A dan B

-

A , B , AB , 0

AB saja

4

0

-

a dan b

0 saja

A , B , AB , 0

Dalam tranfusi darah , yang perlu diperhatikan bagi donor adalah jenis aglutinogennya di dalam sel darah merah (eritrosit) dan bagi resipien adalah jenis aglutininnya di dalam plasma darah.

Sel darah yang diberikan kepada resipien adalah senyawa protein. Bila senyawa ini tidak sesuai, maka senyawa tersebut akan bersifat sebagai antigen (protein asing).Akibatnya sel darah (aglutinogen dari pihak donor) akan ditolak oleh aglutinin dari pihak resipien ,biasanya penolakan ini ditandai dengan penggumpalan/aglutinasi (pada darah donor yang diberikan kepada resipien).Ingat bahwa aglutininlah yang menggumpalkan aglutinogen dan bukan sebaliknya.

Namun tranfusi yang terbaik adalah tranfusi darah yang sejenis. Hanya jika terpaksa, 0 dapat diberikan pada semua golongan darah dan AB dapat menerima semua golongan darah. Pada kasus demikian sebenarnya masih terjadi penggumpalan meskipun sedikit (penggumpalan terjadi pada darah asli dari donor, hal ini bisa terjadi karena agglutinin dari pihak donor dapat menggumpalkan aglutinogen dari pihak resipien. Tapi walaupun demikian, darah yang diberikan oleh donor tidak mengalami penggumpalan sehingga masih tetap dapat dimanfaatkan walaupun sebenarnya secara tidak langsung dapat merugikan resipien sendiri akibat penggumpalan pada darahnya sendiri).

 

BACK